KAYONG INFORMASI — Kementerian Kehutanan menyerahkan bantuan peralatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pangkalan Buton dan Desa Sutera, serta dua kelompok relawan karhutla. Penyerahan bantuan ini berlangsung pada Kamis (1/10/2026) di Kantor Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.
Perwakilan Kementerian LHK, Dwi Setyo Hatmojo, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa pembentukan lembaga Masyarakat Peduli Api ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan masyarakat dengan pemerintah dalam menanggulangi karhutla di daerah.
“Masyarakat Peduli Api ini sejatinya adalah kelompok masyarakat yang nantinya akan menjadi mitra dari Kementerian Kehutanan dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” ujar Dwi.
Sementara itu, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan (PKH), Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc., menyampaikan kabar baik terkait penurunan titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat. Faktor cuaca berupa hujan dalam tiga hari terakhir sangat membantu tim pemadam di lapangan.
“Syukur Alhamdulillah, dari pemantauan hotspot kita, dalam 3 hari terakhir, Kalimantan Barat itu turun. Ya, di samping karena hujan dari Ilahi ini 3 hari, Kayong Utara Ketapang basah, Kubu Raya juga, dan ini sangat membantu pasukan darat yang ada di Kalimantan Barat,” ungkap Thomas.
Bantuan dari pusat ini disambut hangat oleh para relawan lokal. Ketua Relawan Anti Api dan Asap Kayong Utara, Yuda, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, atas perhatian dan dukungan yang diberikan.
“Relawan anti api dan asap kayong utara sangat berterimakasih kepada bapak menteri kehutanan republik indonesia, Bapak Raja Juli Antoni atas perhatian dan bantuannya kepada relawan,” ujar Yuda ketua Relawan Anti Api dan Asap Kayong Utara.
“Memang kami sangat membutuhkan peralatan pemadam dan kelengkapannya mengingat lokasi api berada di perbukitan yang jauh dari sumber air sehingga dibutuhkan mesin semprot yang handal serta selang yang panjang, selain itu kami perlu pakaian pelindung api serta oksigen karena api cukup besar dan asap kental membuat relawan kesulitan,” lanjutnya.
Yuda menegaskan bahwa bantuan tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk penanganan kebakaran di daerah. Harapan ke depan, pemerintah juga dapat menggulirkan program reboisasi untuk memulihkan kembali area hutan yang terdampak karhutla.
“Bantuan ini akan kami pergunakan semaksimal mungkin dan kami berharap kedepan semoga ada program reboisasi untuk penanaman kembali hutan yang terdampak Karhutla,” tutupnya.
Tinggalkan Balasan