KAYONG INFORMASI — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Kayong Utara kian memprihatinkan. Seorang anak berusia 6 tahun dilaporkan meninggal dunia, diduga kuat akibat mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap tebal.
Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam dari pihak keluarga. Kualitas udara yang kian memburuk dinilai sudah berada pada tingkat bahaya dan mengancam keselamatan jiwa, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
Miftahus, seorang anggota keluarga korban sekaligus konten kreator asal Kayong Utara, menyuarakan keprihatinannya atas musibah tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret serta penanganan yang lebih serius di lapangan.
“Semoga tidak ada lagi korban-korban yang akibat ISPA. Asap kabutnya makin parah yang udah jadi racun. Tolonglah pemerintah, penanganannya seriuslah sedikitlah. Jangan sampai ada korban-korban berikutnya lagi,” kata Miftahus, Rabu (14/10/2026).
Selain penanggulangan titik api, Miftahus juga menyoroti pentingnya bantuan kesehatan secara masif dan merata untuk masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.
“Minimal vitaminlah. Vitamin untuk anak-anak biar daya tahan tubuhnya kuat, jangan sampai ada korban lagi,” tambahnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai kasus ISPA yang menimpa korban, pihak Humas RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I (SMJ I) Kayong Utara menyatakan masih melakukan koordinasi internal.
“Siap bang kami cek dulu kebagian kabid pelayanan ya,” ujarnya.
“Siap bang nanti akan kami kabari setelah konfirmasi ke pelayanan ya,” tutupnya.
Tinggalkan Balasan