KAYONG INFORMASI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) kembali mendorong upaya pengerukan Sungai Kapuas sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi banjir saat memasuki musim hujan.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan, kebutuhan pengerukan Sungai Kapuas sebelumnya telah disampaikan Pemprov Kalbar kepada pemerintah pusat. Namun, hingga kini usulan tersebut belum mendapatkan tindak lanjut.
Norsan menjelaskan, penanganan Sungai Kapuas berkaitan dengan kewenangan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Karena itu, pengerukan pada bagian yang masuk kewenangan pusat perlu mendapat perhatian pemerintah pusat.
“Kalau itu masuk kepada DAS, itu berarti wewenang dari pusat,” kata Ria Norsan.
Menurut Norsan, Pemprov Kalbar tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Usulan pengerukan telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari langkah mitigasi banjir di Kalbar.
“Kita sudah pernah mengajukan (pengerukan) itu kepada pemerintah pusat. Namun pemerintah pusat sampai hari ini juga belum menindaklanjuti itu,” kata Norsan.
Di tengah belum adanya tindak lanjut terhadap pengerukan Sungai Kapuas, Norsan meminta pemerintah kabupaten dan kota tetap melakukan langkah antisipasi pada wilayah yang menjadi kewenangan masing-masing.
Menurutnya, penanganan tidak harus selalu menunggu pemerintah pusat. Saluran air yang tersumbat dan membutuhkan pengerukan dapat segera ditangani pemerintah daerah apabila tersedia anggaran.
Dorongan tersebut disampaikan Norsan seiring meningkatnya perhatian Pemprov Kalbar terhadap potensi bencana hidrometeorologi memasuki akhir tahun.
Norsan mengatakan, periode November hingga Desember diperkirakan mulai memasuki musim hujan. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mengantisipasi potensi banjir sekaligus bencana lain yang dapat muncul akibat perubahan cuaca.
“Nanti di bulan November-Desember, itu mulai musim hujan. Jadi kita juga mengantisipasi kejadian banjir, tanah longsor, serta angin kencang atau puting beliung,” jelasnya.
Karena itu, Pemprov Kalbar mendorong kesiapsiagaan dilakukan dari sekarang. Tidak hanya melalui usulan penanganan Sungai Kapuas kepada pemerintah pusat, tetapi juga dengan memastikan saluran air di daerah dapat berfungsi dengan baik.
Bagi Gubernur Norsan, kesiapan menghadapi musim hujan perlu disesuaikan dengan kewenangan dan kondisi masing-masing wilayah. Dengan demikian, langkah mitigasi dapat dilakukan lebih awal untuk mengurangi potensi dampak banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya.
Tinggalkan Balasan