KAYONG INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima kunjungan kerja Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Soewarso, di Ruang Kerja Gubernur, pada Kamis (05/02/2026). Pertemuan ini menjadi ajang diskusi strategis terkait kondisi dan kegiatan sektor kehutanan di Kalbar.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Adiyani.
Ketua Umum APHI, Soewarso, memaparkan bahwa kondisi bisnis kehutanan saat ini tengah menghadapi tantangan besar. Ia meminta arahan Gubernur agar para pelaku usaha dapat bertransformasi dari ketergantungan pada komoditas kayu ke potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK).
“Karena kondisi kehutanan saat ini sedang kurang baik, kami meminta arahan Bapak Gubernur untuk meningkatkan semangat bisnis kehutanan agar bangkit kembali. Bisnis yang sebelumnya berfokus pada kayu, dapat ditransformasikan menjadi usaha hasil hutan bukan kayu melalui kolaborasi berbagai stakeholder,” ungkap Soewarso.
Soewarso menambahkan bahwa langkah ini penting agar bisnis di hutan alam memiliki solusi alternatif dan tidak mengalami keterpurukan lebih dalam.
“Hal ini dilakukan agar bisnis hutan kayu tidak lagi terlalu dominan, kecuali hutan tanaman industri yang memang sudah memiliki pasar dan industrinya. Sementara untuk hutan alam, kami masih mencari solusi agar bisnis kehutanan tidak sampai jatuh,” tambahnya.
Selain persoalan bisnis, APHI juga menyoroti upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap menjadi tantangan tahunan di Kalimantan Barat. Soewarso meminta panduan terkait implementasi Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur kearifan lokal dalam pengelolaan lahan.
“Kami meminta arahan mengenai Perda yang membolehkan masyarakat membakar lahan maksimal dua hektare, agar pelaksanaannya lebih tertib dan risiko kebakaran hutan dapat diminimalisir,” tuturnya.
Gubernur Ria Norsan menyambut baik kunjungan APHI dan menekankan pentingnya peran pengusaha hutan sebagai mitra pemerintah dalam membangun daerah. Ia berharap 66 anggota APHI yang beroperasi di Kalimantan Barat dapat memberikan kontribusi optimal bagi kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami berharap APHI dengan anggota sebanyak 66 orang dapat berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan stakeholder lainnya untuk membangun kerja sama dalam pembangunan infrastruktur, memperhatikan kesejahteraan pekerja, serta meningkatkan kontribusi terhadap PAD,” ungkap Norsan.
Gubernur Norsan memberikan perhatian khusus pada isu lingkungan hidup. Ia menyoroti pentingnya menjaga kelestarian hutan, terutama di tengah isu pemanasan global.
“Semoga APHI dapat menjadi mitra aktif dalam upaya meningkatkan PAD sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Barat,” tutup Ria Norsan. (KAYONG INFORMASI)
Tinggalkan Balasan