KAYONG INFORMASI – Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi harapan besar bagi peningkatan gizi pelajar di Kabupaten Kayong Utara kini tengah menjadi sorotan tajam. Alih-alih mendapatkan asupan protein yang seimbang, kualitas menu yang disajikan dilaporkan mengalami penurunan signifikan atau downgrade.
Berdasarkan laporan masyarakat yang dihimpun melalui media Kayong Informasi, sejumlah orang tua murid dan warga mulai menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial maupun laporan langsung.
Di platform Kayong informasi, netizen ramai memberikan laporan melalui DM (Direct Message) Instagram. Banyak yang khawatir jika pengawasan tidak diperketat, program ini hanya akan menjadi proyek formalitas tanpa memberikan dampak kesehatan nyata bagi generasi muda di Kabupaten Kayong Utara.
“Jangan sampai judulnya saja bergizi, tapi realitanya hanya Makan Kenyang tanpa nutrisi yang jelas. Pemda harus turun tangan mengecek penyedia jasanya,” tulis @sa********** melalui DM (Direct Message) Instagram pada Senin (23/02/2026).
“dengan anggaran yang same wilayah yang same kenape menu bise berbede jaoh seperti itu, apa tidak ada standar dari pengawas sppg,” tambah @ot****** melalui DM (Direct Message) Instagram pada Senin (23/02/2026).
“udah kelewatan bah min MBG untuk 3 hari ndak gak masuk akal,” lanjut @nv********** melalui DM (Direct Message) Instagram pada Senin (23/02/2026).
Masyarakat berharap ada evaluasi mendalam terhadap vendor atau pihak ketiga yang mengelola penyediaan makanan tersebut. (Kayong informasi)*
Tinggalkan Balasan