KAYONG INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmennya untuk menjadikan budaya sebagai pilar utama pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Festival Sahur-Sahur 2026 di Kabupaten Mempawah, Sabtu (28/2/2026).
Di hadapan ratusan tim peserta yang memadati lokasi, Norsan menyatakan bahwa tradisi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan manifestasi kekuatan identitas masyarakat Kalimantan Barat. Festival yang berlangsung hingga 7 Maret 2026 ini kembali mengukuhkan posisinya dengan masuk dalam kalender event provinsi, serta resmi ditetapkan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 oleh Kementerian Pariwisata RI.
“Energi kebersamaan yang terpancar malam ini menjadi bukti bahwa tradisi ini tetap hidup hingga saat ini. Festival ini bukan hanya perayaan, tetapi juga ruang ekspresi masyarakat,” ujar Norsan.
Ia menilai, pelestarian budaya harus dibarengi dengan inovasi agar tetap relevan bagi generasi muda tanpa meninggalkan akar tradisi.
Menurutnya, Festival Sahur-Sahur telah menunjukkan bagaimana kearifan lokal dapat dikemas secara kreatif dan menarik.
Momentum tahun ini juga dinilai istimewa karena bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan bulan suci Ramadan.
Norsan menyebut pertemuan dua perayaan tersebut sebagai cerminan harmoni yang menjadi kekuatan Kalbar.
“Dua cahaya menyatu untuk membangun Kalbar yang kita cintai. Kolaborasi antara masyarakat Tionghoa dan Melayu adalah kekuatan besar untuk membangun Kalbar yang kita banggakan,” tegasnya.
Lebih jauh, Norsan berharap Festival Sahur-Sahur dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata lokal.
Ia menekankan pentingnya menjadikan event budaya sebagai motor penggerak ekonomi kreatif daerah.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman yang ada.
“Kalbar adalah rumah besar kita yang harus kita bangun bersama,” pungkas Ria Norsan. (KAYONG INFORMASI)
Tinggalkan Balasan