Kayonginformasi.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) Taman Nasional Gunung Palung yang ke 40 tahun. Kegiatan yang di kemas secara Talk Show GP40 dengan tema yang bertajuk ’40 Tahun Bersama Alam Harmoni Riset dan Konservasi Alam’. Berlangsung di Pendopo Bupati, Sukadana, Selasa 24 Juni 2025.
Stasiun Riset Cabang Panti tumbuh bersama hutan hujan tropis Gunung Palung dinilai menjadi Saksi dari ribuan langkah ilmiah, Selain itu dedikasi para peneliti dan semangat untuk menjaga alam selama 40 tahun.
Sejak berdiri tahun 1985, stasiun ini memiliki peran penting dalam memahami ekosistem hutan hujan tropis di Kalimantan Barat, khususnya dalam penelitian mengenai subspesies orangutan Pongo pygmaeus wurmbii.
Stasiun ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung bekerja sama dengan Yayasan Palung (YP), yang bersama-sama memastikan kelangsungan penelitian dan konservasi di kawasan tersebut. Selama 40 tahun bersama alam, berbagai peneliti dari dalam dan luar negeri telah melakukan penelitian di sini, menghasilkan banyak publikasi ilmiah yang berkontribusi pada ilmu pengetahuan serta kebijakan konservasi. Selain menjadi pusat penelitian orangutan, Stasiun Riset Cabang Panti juga memfasilitasi kajian tentang keanekaragaman hayati lainnya, termasuk flora dan fauna endemik Kalimantan.
Program-program penelitian yang dilakukan di stasiun ini telah membantu mengungkap dinamika ekologi hutan hujan, pola perilaku satwa liar, serta dampak perubahan lingkungan terhadap keanekaragaman hayati.
Berbagai penelitian jangka panjang di stasiun ini telah memberikan wawasan mendalam mengenai peran hutan hujan dalam mitigasi perubahan iklim serta hubungan kompleks antara spesies yang hidup di dalamnya.
Dengan meningkatnya tantangan dalam upaya konservasi, seperti deforestasi, perubahan iklim, perburuan ilegal dan lain-lain, peran penelitian dalam mendukung kebijakan berbasis ilmu pengetahuan semakin krusial.
Oleh karena itu, peringatan 40 tahun Stasiun Riset Cabang Panti ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan pencapaian yang telah diraih serta menyusun strategi kolaboratif guna menjaga kelestarian lingkungan dan keinginan penelitian di masa depan.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) Prawono Meruanto dalam menyampaikan Seremoninya pada Talk Show tersebut. Mengatakan bahwa selama 40 tahun berjalan SRCP merupakan proses dalam menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati.
Empat dekade perjalanan ini adalah bukti nyata bahwa penelitian dapat menjadi ujung tombak dalam melindungi keanekaragaman hayati, khususnya Orangutan dan spesies endemik lainnya yang berada di kawasan Taman Nasional, ungkap Prawono Meruanto.
Dirinya juga berharap kedepannya untuk terus berkomitmen dalam menjaga alam. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat komitmen semua pihak dalam melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang.” Imbuh Prawono Meruanto.
Selain talkshow, peringatan ini juga dirangkaikan dengan kunjungan khusus ke Stasiun Riset Cabang Panti oleh alumni peneliti. Selama kunjungan, para alumni berbagi pengalaman, meninjau perkembangan stasiun penelitian terbaru, serta merancang strategi penguatan penelitian dan konservasi.
Penting untuk diketahui, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penting dalam memotivasi lebih banyak kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung kelestarian lingkungan. (Toing/KI)
Tinggalkan Balasan