KAYONG INFORMASI — Unggahan di media sosial mengenai meninggalnya tiga pasien di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mendadak viral dan memicu keprihatinan publik. Peristiwa tersebut beredar luas di tengah memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa tiga pasien terdiri dari seorang bayi, balita, dan remaja meninggal dunia akibat mengalami bronkopneumonia.
“Sudah 3 pasien saya meninggal karena bronkopneumonia, dok. 1 bayi, 1 balita, 1 remaja. Sudah berbulan2 kami d Kalimantan dikepung kebakaran dimana2,” tulis akun X @ajeng***, seperti dikutip dari media Pontianak Post.
“Asap mengepul tiada henti. ISPU sampai di atas 1000, racun yg kami hirup. Nakes mulai sakit. Tolong bantu kami, minimal bantu doa ya. Smg segera hujan. Smg musibah ini segera berakhir,” lanjut tulis akun X @ajeng***.
Kabar ini mencuat saat kualitas udara di Kabupaten Kayong Utara masuk dalam kategori berbahaya dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menanggapi kabar yang meresahkan masyarakat, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kayong Utara menegaskan bahwa keterkaitan antara kabut asap dan kematian ketiga pasien masih harus ditelusuri lebih lanjut melalui rekam medis serta hasil laboratorium.
Kepala Dinkes Kayong Utara, dr. Siska, memastikan belum ada temuan kasus kematian yang murni disebabkan oleh ISPA sebagai faktor tunggal. Menurutnya, polusi udara akibat karhutla lebih berperan memperberat kondisi pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit berat sebelumnya.
“Kematian yang disebabkan secara langsung oleh ISPA sebagai penyebab tunggal tidak ada. Namun, kondisi udara yang tercemar asap memang dapat memperburuk kondisi pasien yang sudah sakit berat,” kata dr. Siska.
Pasca-kejadian karhutla, pihak dinas kesehatan terus memperketat pemantauan kondisi masyarakat. Selain mengawasi sebaran penyakit pernapasan, Dinkes Kayong Utara juga mengantisipasi potensi krisis kesehatan lain yang muncul akibat dampak lingkungan.
“Pasca-karhutla kami tetap melakukan pemantauan atas kasus ISPA, serta ancaman penyakit diare karena banyak daerah kekurangan air bersih. Kami juga mulai mewaspadai potensi lonjakan Demam Berdarah Dengue (DBD),” lanjutnya.
Dinkes KB Kayong Utara mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan.
Tinggalkan Balasan