KAYONG INFORMASI — Seekor trenggiling, salah satu satwa liar yang dilindungi oleh negara, ditemukan tersesat dan masuk ke area pemukiman warga di Desa Gunung Sembilan, pada Rabu (30/09/2026).
Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama DEN’S. Ia menduga bahwa mamalia bersisik tersebut terpaksa turun gunung dan memasuki pemukiman warga akibat kesulitan mencari sumber makanan dan air di habitat aslinya.
“Ini saya temukan tadi subuh dari warga. Dia turun ke pemukiman, teman-teman. Mungkin kekurangan makanan di hutan dan kekurangan air minum, karena dampak dari musim kemarau yang lumayan,” kata DEN’S.
DEN’S menjelaskan bahwa meskipun sempat turun hujan beberapa hari yang lalu, intensitasnya masih sangat kurang. Hujan tersebut belum cukup deras untuk memulihkan ketersediaan air dan pakan alami bagi satwa liar di kawasan Gunung Sembilan.
“Sempat terjadi hujan beberapa hari yang lalu, cuma kurang terlalu deras di Gunung Sembilan,” lanjutnya.
Khawatir akan keselamatan satwa tersebut, DEN’S langsung mengambil inisiatif untuk melakukan pelepasliaran mandiri. Ia membawa trenggiling itu kembali masuk ke area hutan yang lebih dalam dan aman dari jangkauan manusia.
“Nah, ini saya coba kembalikan dia ke hutan lagi. Semoga kamu tidak ditemukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat kamu diperjualbelikan,” tutupnya.
Aksi tanggap dan kepedulian warga Desa Gunung Sembilan ini menjadi contoh positif bagi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, serta melindungi satwa-satwa endemik yang kian terancam akibat perubahan iklim dan ulah manusia.
Tinggalkan Balasan