KAYONG INFORMASI – Akurasi pendataan sosial ekonomi yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kayong Utara kembali disorot. Achmad, warga Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, mengaku terkejut setelah namanya tercatat dalam Desil 8 (kategori masyarakat sejahtera).

 

Penetapan tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonominya. Dalam aplikasi pendataan, hunian Achmad tercatat memiliki fasilitas tergolong mampu, seperti:

 

– Bangunan milik sendiri

– Lantai keramik dan dinding tembok

– Kloset leher angsa

– Fasilitas rumah tangga berupa TV layar datar, kulkas, dan sepeda motor

 

Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi sebaliknya:

 

– Rumah berupa bangunan kayu sederhana ber-tiang kayu bulat dengan dinding papan bekas.

– Sebagian lantai masih berupa tanah dan papan.

– Status tanah bukan milik pribadi, melainkan menumpang di lahan orang lain.

 

“Saya sangat terkejut melihat data saya masuk Desil 8. Jika pendataan dilakukan secara langsung ke lapangan, seharusnya kondisi saya yang sebenarnya dapat diketahui,” tegas Achmad.

 

Kasus ini menjadi evaluasi penting bagi pihak terkait agar validasi dan verifikasi data lapangan dilakukan secara akurat demi memastikan bantuan sosial tepat sasaran.