KAYONG INFORMASI – Sebanyak 210 personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 538/Prabu Tawang Alun Banyuwangi, Jawa Timur, resmi diterjunkan untuk memperkuat pasukan di lapangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Selasa (25/8/2026) malam.
Langkah percepatan ini diambil mengingat ancaman karhutla di Kabupaten Kayong Utara terbilang krusial dan menduduki posisi yang memprihatinkan di tingkat provinsi.
“Malam ini kita kedatangan personel 210 dari Yon TP 538 Banyuwangi. Nah kawan-kawan ini diperbantukan untuk kita menghadapi karhutla. Karena karhutla yang ada di Kabupaten Kayong Utara masuk peringkat empat se-Kalbar,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, saat dikonfirmasi media lokal Kayong Informasi, Selasa (25/08/2026).
Fathul menambahkan, kehadiran ratusan prajurit ini diharapkan dapat menutup keterbatasan sumber daya manusia yang selama ini dihadapi oleh tim gabungan.
“Nah kami berharap dengan kedatangan personil ini akan membantu kekurangan tenaga dari BPBD ataupun kawan-kawan yang sudah membantu dari Yon TP Ketapang kemarin,” tambahnya.
Guna mengoptimalkan pemadaman dan pencegahan di titik-titik rawan, pasukan bantuan ini akan langsung disebar ke empat wilayah kecamatan strategis.
Dandim 1203/Ketapang, Letkol Inf. Zulkarnaen Galib, melalui Komandan Sektor (Dansektor) Wilayah Kayong Utara, Lettu Inf. Muhammad Aris, mengonfirmasi bahwa skema penebalan pasukan telah disiapkan secara terencana.
“Malam hari ini kami kedatangan pasukan dari Yonif Teritorial Pembangunan 538 Prabu Tawang Alun. Pasukan Yonif Teritorial Pembangunan ini akan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kayong Utara,” ujar Aris, Dansektor Wilayah Kayong Utara.
Mengenai teknis penempatan personel, Aris menjelaskan bahwa pasukan akan dibagi rata untuk menjangkau area terdampak.
“Untuk pasukan nanti rencana akan kita tempatkan di empat titik kecamatan, yaitu Kecamatan Sukadana, Kecamatan Simpang Hilir, Kecamatan Teluk Batang, dan yang terakhir di Kecamatan Pulau Maya,” jelasnya.
Dengan berbaginya kekuatan di empat kecamatan tersebut, penanganan titik api dan mitigasi karhutla di Kayong Utara diharapkan bisa berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan responsif.
Tinggalkan Balasan