KAYONG INFORMASI – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Kayong Utara. Kunker ini digelar dalam rangka monitoring dan silaturahmi guna memastikan sejauh mana kesiapan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalbar Tahun 2026.

Kedatangan rombongan kunker yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalbar, Rasmidi, beserta Anggota DPRD Kalbar, Hilaria Yusnani, disambut langsung oleh Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, Wakil Bupati Amru Chanwari, Sekda Erwin Sudrajat, serta jajaran kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Kayong Utara. Pertemuan ini juga merujuk pada surat undangan resmi panitia dengan nomor 066/Pan.MTQ-34/Kalbar/PP.01.1-Umum/VII/2026.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalbar, Rasmidi, menyampaikan bahwa agenda kunker ini dilaksanakan di sela-sela kegiatan reses mereka untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

“hari ini kami lakukan pertemuan silaturahmi tentunya dengan pihak panitia MTQ untuk memastikan bahwa MTQ tahun 2026 ini berjalan sukses. Tadi kami mendengar presentasi progres dari panitia,” ujar Rasmidi kepada media lokal Kayong Informasi, Rabu (08/07/2026).

Setelah melihat pemaparan data, Rasmidi mengapresiasi langkah cepat Pemkab Kayong Utara. Ia menilai segala lini persiapan teknis sudah dirancang dengan matang oleh panitia lokal.

“Dan kami senang persiapannya sudah siap dan segala sesuatu dipersiapkan dengan sedemikian rupa dan tinggal tugas EO yang melaksanakan venuenya di sana. Mungkin panggung utama dan mereka punya target dua minggu untuk selesai dan dipastikan sebelum hari H itu, tiga hari sebelum hari H itu sudah siap semua,” tambahnya.

Selain memuji kesiapan teknis, Rasmidi turut mengapresiasi komitmen Pemkab Kayong Utara yang menyambut kunker ini dengan formasi kepemimpinan lengkap. Menurutnya, sinergi yang kuat ini menjadi modal utama dalam menyukseskan acara.

“Ini kunker yang luar biasa karena kami diterima langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda sekaligus. Lewat diskusi ini, bahwa harapan besar kita MTQ ini sukses segalanya, sukses pelaksanaannya, sukses kegiatannya, dan juga sukses pertanggungjawaban nanti setelah MTQ kan begitu,” lanjutnya.

Di akhir penjelasannya, Rasmidi menegaskan bahwa kunker monitoring ini juga bagian dari fungsi pengawasan melekat yang dimiliki legislatif, mengingat sebagian besar anggaran bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Barat. Melalui pengawasan ketat, diharapkan tata kelola anggaran MTQ XXXIV dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan setelah acara usai.