KAYONG INFORMASI — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kayong Utara berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara menggelar workshop bertema “Workshop Inovasi Teknologi Kimia, Pembangunan Produk dan Komersialisasi dalam Rangka Penguatan Ekonomi Lokal bagi Pelajar dan Guru IPA Kayong Utara”. Acara ini berlangsung di Aula SMPN 1 Sukadana, Selasa (1/9/2026) pagi.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Sarawak, Malaysia, serta dihadiri oleh guru-guru IPA se-Kabupaten Kayong Utara. Selain itu, perwakilan siswa-siswi dari SMPN 1 hingga SMPN 6 se-Kecamatan Sukadana turut berpartisipasi, dengan masing-masing sekolah mengirimkan empat orang siswa.

 

Mahasiswa S3 UiTM Sarawak Malaysia, Saidi Bin Rasemi, menjelaskan bahwa agenda ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan metode pembelajaran yang diterapkan di Malaysia agar mata pelajaran IPA menjadi lebih menarik bagi peserta didik.

 

“Kegiatan ini adalah kegiatan untuk sharing ataupun perkongsian ilmu di mana apa yang kita biasa lakukan di Malaysia untuk pelajar-pelajar kita dan kita kongsikan, cara kita mengawal ataupun membuat sesuatu dengan pelajar-pelajar kita supaya pembelajaran menjadi lebih menarik untuk mempelajari subjek IPA inilah,” ujar Saidi saat dikonfirmasi media lokal Kayong Informasi, Selasa (1/9/2026).

 

 

Ia berharap pelatihan ini mampu mengasah daya imajinasi dan kreativitas siswa dalam menciptakan inovasi yang memiliki nilai guna berkelanjutan.

 

“Saya harapkan, apabila pelajar mempunyai daya imajinasi yang tinggi dan dia boleh berfikir untuk membuat inovasi dalam tempoh sepanjang masa, jadi di sini mereka depannya nanti mereka akan lebih kreatif, berfikir secara kreatif dan boleh menjadikan ini sebagai penghasilan kepada mereka,” tambahnya.

 

 

Saidi juga membagikan pengalamannya yang telah berkolaborasi dengan berbagai pelajar di tingkat internasional.

 

“Saya banyak sharing dengan pelajar-pelajar bukan hanya di Malaysia, Indonesia, pelajar-pelajar dari China saya pernah, daripada Thailand juga pernah,” jelasnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, menyampaikan harapannya agar workshop ini tidak berhenti pada teori, tetapi mampu mendorong sekolah-sekolah menghasilkan produk nyata yang bernilai ekonomi.

 

“Baik harapan kami pada kegiatan ini nanti sekolah-sekolah ini akan menghasilkan suatu produk. Nah produk ini kami berharap bisa menjadi nilai ekonomi untuk masyarakat sekitar terutama pelajar,” kata Jumadi.

 

 

Jumadi mengusulkan pemanfaatan teknologi kimia sederhana untuk membuat produk kebutuhan harian yang berpotensi menjadi produk unggulan sekolah.

 

“Seperti ini kita membuat sabun ataupun mengolah lotion dan yang lainnya sehingga sekolah-sekolah yang ada di Kayong ini menjadi produk unggulan yang nantinya bisa mereka jual bebas ke masyarakat dan juga bisa dikembangkan ke masyarakat. Itu harapan kita sehingga nanti juga menghasilkan siklus ekonomi buat masyarakat sekitar,” tutupnya.