KAYONG INFORMASI – Duka mendalam menyelimuti keluarga Irfan Zaki Azizi (16), santri asal Kabupaten Kayong Utara yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Labbaik Indonesia, Kubu Raya. Setelah sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi tak sadarkan diri, remaja tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (13/3/2026) pagi.
Azizi mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 07.00 WIB di RSU Santo Antonius Pontianak. Isak tangis mengiringi proses pemulasaraan jenazah sebelum akhirnya diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kayong Utara untuk dimakamkan.
Kasus ini mencuat setelah orang tua korban, Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah, menemukan kejanggalan pada kondisi fisik sang anak. Awalnya, pihak pesantren mengabarkan bahwa Azizi harus dilarikan ke rumah sakit karena alergi obat parasetamol.
Namun, saat tiba di rumah sakit, pihak keluarga mendapati kondisi Azizi sangat memprihatinkan.
“Kami awalnya diberitahu anak kami alergi parasetamol. Tapi setelah melihat langsung, wajahnya lebam dan bengkak parah. Ini terlihat bukan seperti alergi,” ujar Ahmad orang tua Azizi, dilansir dari detikkalimantan pada Kamis (12/03/2026).
Berdasarkan pemeriksaan awal di RS Bhayangkara Pontianak, dokter jaga menyebutkan adanya dugaan trauma di bagian kepala. Karena kondisi yang dinilai sangat serius, Azizi sempat dirujuk ke spesialis bedah saraf di RSU Santo Antonius Pontianak sebelum akhirnya nyawanya tidak tertolong.
Menanggapi dugaan kekerasan tersebut, pihak Pesantren Labbaik Indonesia yang berlokasi di Jalan Parit Kerakah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya memberikan klarifikasi.
Kepala Asrama pesantren, Ustaz Muhammad Aziz Shofiuddin, menegaskan bahwa sejauh pemantauannya tidak terjadi tindakan kekerasan di lingkungan asrama.
“Insya Allah tidak ada kekerasan,” ucapnya dilansir dari detikkalimantan, pada Jumat (13/03/2026).
Kepala Sekolah SMA Pesantren Labbaik Indonesia Ustaz Aswandi Alfatih mengatakan pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah santri lain, namun belum menemukan indikasi perundungan atau penganiayaan.
“Kita juga minta keterangan santri, cuma sampai saat ini masih belum ada indikasi adanya tindak kekerasan. Jadi kami belum bisa juga memberikan kesimpulan,” katanya. (KAYONG INFORMASI)
Tinggalkan Balasan