KAYONG INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, angkat bicara terkait pemberitaan miring yang menyerang kredibilitas keluarganya. Dengan nada tegas, ia membantah keras laporan salah satu media yang menyebutkan bahwa pada tahun 2026, sebuah tim yang disebut “Tim Airlangga” diduga menguasai sekitar 800 proyek Penunjukan Langsung (PL) di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalbar.

Menurut Ria Norsan, informasi tersebut merupakan disinformasi total dan tidak memiliki dasar fakta yang kuat. Ia mencium adanya motif politik atau sentimen pribadi di balik munculnya isu tersebut.

Gubernur menilai berita tersebut sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tertentu sebagai upaya untuk menjatuhkan reputasinya. Ia pun menyayangkan langkah pihak tersebut yang kini mulai membawa urusan keluarga ke dalam ranah kerja pemerintahan.

“Itu tidak benar dan merupakan fitnah yang keji. Mungkin karena tidak bisa menjatuhkan saya sebagai gubernur, sekarang isu itu dialihkan dengan menyeret-nyeret anak saya,” tegas Norsan dalam klarifikasinya.

Menanggapi namanya yang terseret dalam pusaran isu tersebut, Arif Reinaldi, yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, angkat bicara. Politisi muda ini menanggapi tudingan tersebut dengan tenang namun tetap tegas.

Arif menilai pemberitaan yang menghubungkan dirinya dengan penguasaan ratusan proyek PL di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai narasi yang sengaja dilebih-lebihkan untuk membangun opini negatif di tengah masyarakat.

“Pemberitaan yang menghubungkan saya dengan dugaan penguasaan proyek penunjukan langsung di OPD Pemprov Kalbar itu terlalu berlebihan dan menyesatkan publik,” ujar Arif Reinaldi.

Pihak keluarga Gubernur menyayangkan adanya disinformasi yang berpotensi memecah belah kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan. Ria Norsan memastikan bahwa setiap proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dijalankan sesuai aturan yang berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga saat ini, Gubernur memilih tetap fokus menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan tidak ingin energi pembangunan terkuras oleh isu-isu yang dianggap sebagai upaya pembunuhan karakter tersebut. (KAYONG INFORMASI)