KAYONG INFORMASI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Sosial setempat bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi warga terdampak musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (22/8/2026).

 

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Dinas Sosial Provinsi Kalbar dan diterima oleh Kepala Desa Sungai Duri untuk selanjutnya didistribusikan kepada para korban yang terdampak kebakaran.

 

Adapun bantuan logistik yang disalurkan meliputi 39 paket permakanan, 39 paket sandang, 119 lembar kasur, 39 lembar tenda gulung, serta 60 dus mie instan.

 

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Pemprov dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak musibah.

 

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa warga Pasar Sungai Duri. Ia memastikan pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

 

“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran ini. Pemprov Kalbar akan terus hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang disalurkan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat,” ujar Ria Norsan.

 

Norsan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas dalam menghadapi musibah tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pihak terkait sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana.

 

“Kita berharap para korban diberikan kekuatan dan ketabahan. Pemerintah bersama pemerintah desa dan seluruh pihak terkait akan terus berkoordinasi agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sediakala,” tambahnya.

 

Melalui penyaluran bantuan ini, diharapkan beban warga terdampak kebakaran dapat sedikit berkurang, sekaligus membantu menjaga kondisi kesehatan dan kenyamanan mereka selama masa tanggap darurat.

 

Selain itu, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah desa setempat diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascakebakaran.